Powered By Blogger

Minggu, 21 Agustus 2011

AKU GURU IMUT ”Benarkah??”


Aku seorang anak petani yang melanjutkan studi di fakultas keguruan dengan harapan kelak bisa mennjadi  seorang guru profesional. Aku memilih bidang biologi karena aku pusing klo harus belajar dngan hitungan. Porsi tubuh yang kecil dan wajah yang kekanakan membuat aku tidk pd.. bener nih aku bisa mengajar, pikiran itu sering hadir dalam benaku. Pembekalan mengajar “ microteaching” membuatku PD karena kau medapat nilai A dalam kuliah tersebut. Parktek pertama mengajar aku ditempatkan di salah satu SMA favorit di solo, SMA N 4 Surakarta. Disini aku harus mengajar selama 3 bulan. Pengalaman pertamu mengajar aku isi dengan biasa, dmn ada proses saling tanya menjawab, di kelas 10 A seingatku ada bebrapa siswi saling berbisik di bagian belakang. Saat aku mengajar, aku tanya “kenapa kalian rame? Apa yang sedang diomongkan?” sahut salah satu siswa” Pak tri katanya imut banget” akupun merasa tersipu sekaligus malu. Sontak siswa lain pada tertawa. Di kelas 10 c pun saat aku mengajar ada yang membawa kamera, saat itu mereka menyembunyikanya, merek terlihat rame, aku bertanya” apa yang kalian lakukan? Sahut salah satu siswi “ intu pak katanya bapak imut sehingga mereka memfoto bapak” aduh2 anak ini sebenarnya pa yang diperhatikan. Aku pun kadang jg merasa, apa memang aku belum pantas menjadi seorang guru.? Dilain sisi anak2 merasa karab denganku sehingga mereka lebih senang dalam belajar biologi. Saat perpisahan banyak dari siswi2 yang meminta foto bersama, tp krn suatu alasan aku tidak bs melakukanya” maaf ya dalam hatiku”. Akun menyesal knapa tidak aku lakukan waktu itu.
Saat skripsi aku harus memilih sekolah di surakarta sebagai tempat penelitian, 1 bulan aku mengajar di SMP N 14 Surakarta. Kemampuan mereka memang rata-rata. Aku memilih kelas 8 D E F dan G, karena alasan tertentu. Saat mengajar kegiatan berlangsung seperti biasa. Aku mengajar bersama teman kuliahku, anak-anak disini sering ngobrol dengan temanku krn memang dia seorang cewek katanya pak tri itu mukanya imut dan lucu. Akupun merasa malu lagi dengan temanku. Seingatku saat aku menyapu laboratorium banyak siswi lewat, sambil melihat saya,” ada pa, tanyaku” ndak pak jawabnya . ” mau bantu menyapu lanjutku” sontak mereka langsung berebut sapu yang aku pegang. Lucu banget anak-anak ini. Akupun tertawa, Sendiri. Ndak usah berebut tegasku.
Setelah lulus kuliah aku mengajar di salah satu SMP Negeri yaitu di SMP N 1 Miri, jaraknya cukup dekat dari rumahku sekitar 5 km. Aku menggantikan guru yang pindah ke sekolah lain. Disini aku bertugas mengajar ipa dengan status Guru Tidak Tetap. Aku mengajaran dikelas 9, anak kelas 9 memang lebih dwasa, banyak siswa yang selalu menggodaku, tak tau apa yang mereka pikirkan, bahkan dengan terang2 saat aku bertanya ada yg perlu ditanyakan sontak sorang siswi mengacungkan tangan dan berkata” pak mau tanya, kok Pak tri imut banget” sontak murid yang lainpun langsung bilang HUUUUU... aku bergegas menenangkan suasana kembali, maklum klo rame nanti mengganggu kelas lain. Karena guru baru aku sering menjadi perbincangan anak2 itu aku ketahui saat aku sering lewat diantara merak saat istirahat. Tanpa terasa setahun berlalu kali ini aku harus mengajar di kelas 8, saat sampai di kelas aku sempet mendengar “ Guru ganteng datang-guru ganteng datang” karena suaranya cukup keras. Saat perkenalan aku mencoba untuk bersikap bijaksana agar mereka bisa hormat kepadaku, upaya itu memamng berhasil. Kadang marah memang diperlukan dalam mengajar. Asal ada alasan yang benar. Disaat hari guru banyak anak2 yang memberiku bunga, satu yang kuingat ada seorang siswi yang memberikan boneka kecil dengan gambar love warna ping pada bagian baju boneka panda itu. Aku tersenyaum sendiri” ada-ada saja” dalam hatiku bergumam. Hal yang membuatku sedih adalah, Saat aku harus meninggalkan mengajar demi menjajagi dunia baruku. Aku harus meninggalkan profesi kebanggaaku untuk profesi lain yang mungkin bisa mengembangkan potensiku. Aku masih ingat wajah2 polos mereka yang selalu menyapa saat aku berjalan diantara mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar