Selasa, 06 Desember 2011
Sing is My Life
suaraku memang pas-pasan.. tapi lumayan lah untuk didengarkan. suara yang agak menjurus ke suara tipe melayu menjadi andalan saat ku bernyanyi. disaat istirahat mengajar dahulu aku bersama guru lain selalu menyempatkan untuk melantunkan lagu dengan organ kesayangan kami. disaat melantunkan lagu guru lain pun terlena dengan menjoget di ruangan itu. aku selalu membayangkan bisa bernyanyi di televisi. dan disorak leh penonton (ngimpi kale).... dengan bernyanyi aku dapat membuang semua rasa penatku dan rasa sedihku... aku bisa mengatasi kegalauan hati dengan bernyanyi.
bernyanyi adalah bagian dari hidupku yang mengalir dalam setiap pembluh darahku... hingga aku tak bisa menghentikanya sebelum denyut nadi ini terhenti. dengan bernyanyi aku dapat menghibur diri,, di saat sakit hati aku bisa meluapkannya lewat nyanyian. disaat sedih aku bisa meriangkanya dengan nyanyian, disaat kangen dengan keluargapun aku bisa menghilangkanya lewat nyanyian. bernyanyi adalah hidupku. aku selalu mudah bosan dalam setiap jenis lagu. untuk itu aku selalu menyimpan berbagai musik di hpku. dijaman modern ini aku bisa mendengarkan sekaligus melantunkan lagu dimanapun. mulut dan telinga ini tak bisa dipisahkan dengan yang namanya musik... hidupku tak bisa melepaskan lagu dan musik... ( i love sing a song) dan ini akan terus berlanjut, "tak akan ada yang bisa menghentikanku untuk bernyanyi".
Minggu, 21 Agustus 2011
AKU GURU IMUT ”Benarkah??”
Aku baru Sadar ”Begitu Banyakah Kecelakaan yang Telah Aku Alami”
Banyak pengalaman di jalan Raya aku alami. Kadang kita tidak tau apa yang akan terjadi dalam menjalani hari-hari. Berbagai kecelakaan hingga kematian aku menyaksikan sendiri kejadian itu. Pengalaman pertama aku alami saat aku masih duduk dismp. Aku selalu menggunakan kendaraan umum untuk menuju ke sekolahku. Aku lebih memilih angkutan dari pada bis umum karena lebih santai. 2 kali aku mngalami langsung kejadian yang menantang maut. Pertama saat angkotanku tba-tiba ban belakang Meletus sehingga angkotan kami keluar dari jan dan terhempas hingga terbalik. Saat itu aku sudah tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya. Aku hanya bs mengingat separuh nyawa telah pergi dan aku bisa menyaksikan bagaimana angkot itu dari depan. Aku mulai sadar saat bebrapa orang dari kami menangis. Ada yang berdarah ada yg pingsan, aku masih diberikan keberuntungan kepalaku hanya benjol. Kejadian kedua saat aku naik angkot saat berangkat sekolah. angkot menbrak orang yang menyeberang, aku duduk didepan dekat sopir, hantaman berbunyi “klutuk” aku dengar. Saat itu aku lihat ada wajah menempel di depan kaca. Pengereman emdadak membuat kaca retak, aku berfikir hidup atau matikah orang tersebut, keberuntungan ternyata masih berada padanya.
Kecelakan demi kecelakan sering aku alami saat aku masuk di perguruan tinggi, hampir selama 6 tahun studi S1 dan S2 aku berkendara dengan sepeda motor. Maklum jarak yang relatif keterjangku dengan menempuh waktu selama 1 jam menjadi pertimbanganku untuk tidak kos. Kecelakaan pertama aku alami saat aku berangkat dmn aku menabrak seorang berkendara lain. Hingga ia terjatuh, sepedaku penyok pada bagian gigi. Kcelakaan kedua aku alami saat pengendara sepeda lain menyelipku dengan tiba2 berbelok arah hingga ku keluar dari jalan, belokan dadakan disebabkan karena mereka dikejar polisi.” Krusak” bunyi itulah saat aku terjatuh beruntungnya aku hanya luka kecil tapi sepeda motor cukup rusak payah. Kecelakaan ketiga saat aku harus memfotokopi tugas kuliah, pada tikungan aku terpeleset oli hingga aku terjatuh. Sepedanya sih tidak rusak tp kedua lututku parah lukanya. Hingga butuh 2 bulan untuk pulih. Bekas lukanya pun masih ada hingga sekarang. Kecelakaan kempat aku alami saat aku harus menghindari pengendara lain terpelanting karena mengerem mendadak hingga ku harus keluar dr jalan raya. Keberuntungan jg masih berpihak pada mereka. Karena saat itu suasana jalan sedang sepi. Kecelakaan kelima saat aku berangkat kuliah bersama tetanggaku, harus menabrak angkot hingga setang bengkong dan kaki temanku lecet. Aku sangat takut karena aku membawa nyawa orang, aku lebih nyaman untuk berkendara sendiri dari pada harus memboncengkan teman. Kecelakaan terakhir aku alami saat aku harus menghindari gitar jatuh dari mobil rongsokan yang tepat didepanku, untung aku bs mengindar kekanan jalan, dmn jalan sedang sepi. Ternyata tuhan masih sayang padaku. Aku masih diberi kesempatan untuk berjuang hidup hingga saat ini.
Saat aku bermain ke bandung tiap akhir tahun akupun harus mengalami kejadian lagi, dimana bis yang aku tumpangi tiba2 menbarak penjual koran saat subuh. Hempasan dan bunyi yang tidak begitu keras ternyata telah menyudahi hidupnya. Kejadian lain kualami saat aku menaiki mobil pribadi bersama kakau untuk kebandung tiba2 ban belakang mobil pecah, saat itu dijalan tol dengan kecepatan yang tinggi, beruntung masih bisa dikendalikan dan suasana jalan tidak begitu rame, sehingga kami bisa selamat tanpa harus ada yang luka. Setelah berkerja menjadi seorang guru aku mulai berbenah diri untuk berhati2 dalam berkendaraan. Hingga selam itu aku tidak pernah mengalami kecelakaan lagi. Kecelakaan terakhis aku alami saat di nganjuk saat itu mobil eksplorasi mengalami sempretan dengan mobil lain hingga spion mengalami pecah. Bunyi keras “Pyar” terdengar saat itu. jantungku kupun berdebar saat kejadian. Dari berbagai pengalaman ini aku mulai bahwa dalam berkendara aku harus berhati-hati. Walaupun ada takdir yang menentukan, tapi kita harus berusaha untuk membuat diri kita selalu aman.
Senin, 15 Agustus 2011
Ramadhan Pertamaku mencari Uwi???
Jumat pagi seperti biasanya ada senam pagi di Kebun Raya tempatku berkerja. Satu’ dua’ tiga’ geleng kiri geleng kanan.. pegel, tapi tetap asyik dengan iringan lagu ‘melinda "ada bayangmu"’. Semangatku senam jumat ini meluap, karena siang ini, 2 hari menjelang puasa aku ada rencana mau balik ke kampung halamanku (sragentina: alias kota sragen). Maklum udah 2 bulan aku ndak pulang, (untung belum 2 taun dikira bang toyib nanti,) . Sehabis senam tiba-tiba pak pimpinan memanggil, “mas tri (tegasnya)” besuk ada penelitian mencari uwi di wilayah Nganjuk,” WADUH dalam batinku”. Ada yang tau ndak uwi??? Itu tu sejenis tanaman Dioscorea (apa itu dioscorea.. cari dikamus biologi aja klo pengen tau). Maklum tugasku di Kebun Raya sebagai peneliti dan baru diterima sebagai CPNS bulan januari kmaren. Sebenarnya aku sudah menyiapkan 2 dus Bakpao Telo, 8 dus Bakpia Telo dan 10 kresek kripik tales buat oleh-oleh. Tapi mau gimana lagi itu dah tugas, ya harus saya laksanakan.
Jumat siang aku persiapan solanya penelitianya lumayan lama yaitu 5 hari, Belum lagi nyiapin alat-alatnya, Haduh pusing, ada GPS.. yg sebenarnya belum bisa pake. Akhirnya sampe malam persiapan udah selesai. Hari yang dinantikan akhirnya datang juga sabtu (30 juli) jam 6 pagi kita (tim eksplorasi 3 orang) dengan mobil melaju ke nganjuk untuk mengadakan penelitian. Jam 11 siang kita sampai di Lokasi, Seperti reporter tv aku mengadakan wawancara dengan masyarakat untuk mengetahui posisi dimana si UWI ini dapat ditemukan akhirnya di hari pertama, 2 kecamatan dapat terlampaui, hari berikutnya kita dapat melampui 3 kecamatan. Nah hari berikutnya lagi hari senin (1 Agustus) merupakan awal puasa. Pada Minggu malam kita mencari nasi bungkus untuk sahur, banyak warung yang kita kunjungi, karena setiap ditanya nasinya habis..” busyet masak sudah langka nasi disini”. Akhirnya kami menemukan warung yg tertulis” burung dara, mujahir, ayam goreng, tempe penyet” akhirnya kami menjatuhkan pilihan ke tempe terong penyet untuk di bungkus. Malam sudah larut tapi knapa mata belum bisa terpejam padahal esoknya harus menjelajah lagi. Dalam hatiku berfikir di rumah bapak ibu sahur apa ya. Ini merupakan sahur pertamaku tanpa mereka.
Sahur- sahur... sahurr-sahurr...
Hari selasa (2 Agustus) merupakan hari terakhir eksplorasi, busyettt.. ternyata hari ini pun kami harus melewati hutan kembali. Jalan berbatu membuat mobil kami berjalan seperti korsi goyang...
“Ternyata ada hikmah dibalik ketidakpulangan ke kampung halamnku. Sabar ya bapak-ibu. Minggu depan aku pasti pulang aku hanya pergi tuk sementara. Kudoakan kalian sehat dan bahagia”.
